Home MusikINi TONY WENAS KETUA UMUM PAPPRI, SIAP BERKOLABORASI DENGAN A.M. HENDROPRIYONO SEBAGAI PEMBINA PAPPRI
MusikINi - March 14, 2022

TONY WENAS KETUA UMUM PAPPRI, SIAP BERKOLABORASI DENGAN A.M. HENDROPRIYONO SEBAGAI PEMBINA PAPPRI

Oleh: Buddy ACe | Pengamat Industri Musik dan Ekonomi Kreatif

Dalam Musyawarah Nasional (Munas) VIII Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI), Tony Wenas, pria kelahiran 8 April 1962 ini, secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum masa bakti 2022-2027.

Tony Wenas, Sarjana Hukum Bisnis dari Universitas Indonesia, Tahun 1985 ini, terpilih menggantikan Jenderal (Purn) Prof. Abdullah Mahmud Hendropriyono, Ketua Umum PAPPRI periode 2017 – 2022, yang telah berhasil membawa PAPPRI memasuki era baru industri musik Indonesia, dalam platform digital.

“Terima kasih kepada seluruh peserta Munas, yang telah memberi kepercayaan kepada saya secara aklamasi menjadi Ketua Umum baru. Meski tidak lagi menjadi Ketua Umum, saya berharap Bapak Hendropriyono, tetap berada di dalam, sebagai Ketua Dewan Pembina PAPPRI periode 2022 – 2027,” tandas Tony Wenas yang saat ini juga menjabat sebagai, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia sejak Tahun 2018.

Munas VIII PAPPRI yang dipimoin Ketua Majelis Persidangan, Dharma Oratmangun itu, berlangsung di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, 7-8 Maret 2022 itu dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan dihadiri oleh DPP serta DPD dan PAPPRI se-Indonesia.

Dalam Sambutannya, Ketua Umum PAPPRI demisioner, Professor Filsafat Intelijen, A.M. Hendropriyono, menyampaikan  harapan besarnya terhadap kepengurusan PAPPRI Periode 2022 – 2027.

“Saya ingin menyampaikan satu harapan yang besar agar PAPPRI semakin besar, berkembang, berjaya, dan berarti bagi seluruh anggotanya dan seluruh masyarakat Indonesia,” tegas Hendropriyono, pencipta sejumlah lagu yang diproduksi oleh Label Nagaswara, dan pencipta lagu ‘Mars PAPPRI’, yang disenandungkan pertama kali di Munas VIII PAPPRI.
Lebih jauh Hendro priyono menuturkan bahwa PAPPRI dapat menjadi pemain inti untuk mengangkat seniman musik, pencipta lagu dan penyanyi serta seluruh eksosistemnya.

Dwiki Dharmawan (Penasehat DPP PARPPRI), Tony Wenas (Ketum DPP PAPPRI Terpilih), Dharma Oratmangun (Penasehat PARPPRI) dan Johnny Maukar (Sekjen DPP PAPPRI 2017-2022)


“Saya ucapkan selamat bertugas dan berjuang bagi Saudara kita, Tony Wenas, beserta kabinetnya nanti, dalam mencapai cita cita bersama,” ucap Profesor Hendropriyono, mantan Ketua Badan Intelijen Nasional ini diakhir sambutannya, sekaligus menuturkan keinginannya, bahwa, ia akan tetap menjadi anggota keluarga besar PAPPRI.
Selanjutnya Tony Wenas, vokalis ‘Solid 80’, band yang dikenal sebagai epigon band legendaris Queen sejak era 80-an tersebut, menyambut baik harapan Hendropriyono, dan siap melaksanakan amanah dari seluruh peserta Munas, yang disampaikan dalam Sidang Komisi dan Sidang Paripurna, yang berlangsung sejak pagi hingga malam hari.
Selain soal hak cipta, hak kekayaaan intlektual dan kesejahteraan musisi, Tony Wenas yang pernah membuat karya bersama Ahmad Albar, Daniel Sahuleka, Fariz RM, Mus Mujiono, Deddy Dhukun ini, pun menyambut baik harapan agara PAPPRI menjadi mitra pemerintah yang sesungguhnya.

“Kalau mitra itu, setiap kita bicara ke pemerintah didengar. Paling tidak lima puluh persen yang kita sampaikan didengar, kalau hanya sepuluh persen saja yang didengar itu bukan mitra namanya,” tandas Tony Wenas, mantan Bendahara Umum PAPPRI Periode 2017 – 2022.

Lebih jauh Tony, peraih ‘Indonesia Best CEO’ Tahun 2021 dari SWA dan Dunamis ini, menjelaskan bahwa, masa depan industri musik di Indonesia, harus dilihat secara multi dimensional. 

“Selain dari kacamata pemerintah, kacamata pelaku industri tapi juga harus dilihat dari kacamata pelaku musik itu sendiri, seperti kita ini,”  tandas Tony, sosok enterpreneur yang perjalanan kariernya bisa dilihat secara lengkap dalam Buku ‘Chief Entertainment Officer’, yang diterbitkan pada tahun 2017 lalu.

Tony Wenas yang memahami dengan baik hubungan pemerintah dan dunia industri, memberikan tanggapannya soal perpindahan Ibu Kota Negara baru, dan keterkaitannya dengan kinerja PAPPRI Pusat dimasa depan.
“Saya berharap, di Ibu Kota Negara baru nanti, pemerintah akan mendirikan Concert Hall, sebagai bagaian deri ekosistem industri musik, sekaligus bukti keberpihakan pemerintah terhadap industri musik,” simpul Tony Wenas, yang segera akan melakukan Rapat Koordinasi Nasional, untuk menyiapkan pengurus PAPPRI yang akan dipimpinnya 5 tahun kedepan, dengan program-program baru yang sejalan dengan kebutuhan industri musik di Indonesia.
Masih menyoal Ibu Kota Negara baru, menurut Sekjen PAPPRI Pusat Periode 2017 – 2022, Johnny Maukar dan Penasehat PAPPRI Dharma Oratmangun, keduanya bersepakat bahwa, berdasarkan AD/ART PAPPRI, dimana kedudukan Kantor DPP PAPPRI di Ibu Kota Negara, maka secara otomatis kedudukan kantor pusat akan berpindah dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur.

Musisi Dwiki Dharmawan dan TOny Wenas, Ketua Umum PAPPRI Terpilih



“Namun tentu saja perpindahan tersebut akan dilakukan secara bertahap, menyesuaikan dengan tahapan perpindahan pemerintshan pusat ke Kalimantan Timur,” terang Johnny Maukar.
Menurut Johnny Maukar, saat ini yang paling penting adalah, Ketua Umum segera menyusun kabinetnya, dan memilih orang-orang terbaik yang mumpuni dalam meningkatkan kinerja PAPPRI.

“Semua program yang telah digagas dalam Munas VIII PAPPRI, harus segera disiapkan secara matang, mulai dari konsep hingga tahapan pelaksanaannya secara bertahap, baik jangan pendek, menengah maupun jangka panjang,” simpul Johnny Maukar, yang diamini oleh Dharma Oratmangun, salah seorang pendiri PAPPRI