Home INdonesiana Pentingnya Kewarasan Dalam Menyikapi RUU HIP
INdonesiana - June 25, 2020

Pentingnya Kewarasan Dalam Menyikapi RUU HIP

Di tengah masih tingginya penularan pandemi Covid-19, demo yang digelar sementara kelompok penentang RUU HIP, menurut hemat saya, bukanlah sebuah cara yang simpatik, apalagi efektif, untuk menarik dukungan publik. Malah bisa sebaliknya. (Lihat tayangan rekaman video di bawah)

Dalam sistem demokrasi, unjuk rasa publik bukan hal tabu. Namun jika dilakukan dengan mengabaikan kondisi dan situasi, maka justru bisa berbalik. Demo yg menggunakan preteks menolak RUU HIP, tetapi bernuansa anti demokrasi, adalah contohnya. Publik akan kehilangan simpati terhadap aksi tersebut karena adanya distorsi atau pelencengan isi: Protes terhadap RUU yang dibuat DPR, tetapi beragenda politis menjatuhkan Pemerintah yang syah Presiden Jokowi.

Saya kira kelompok-kelompok masyarakat sipil pendukung demokratisasi di negeri ini perlu mengkritisi dan mengambil jarak dari mereka yang berdemo dengan motif politis anti Pemerintahan Pak Jokowi yang tak melakukan pelanggaran konstitusional. Bukan berarti ikut mendukung RUU HIP, tetapi soal pertimbangan nalar saja. Kelompok masyarakat sipil Indonesia masih mungkin mengusulkan koreksi atas RUU tersebut dan terus mengawal prosesnya di DPR (jika dilanjutkan) tanpa hingar bingar.

Organisasi-organisasi dalam masyarakat sipil Indonesia yang konsisten mendukung demokratisasi seharusnya tak terjebak oleh manuver-manuver politik yang justru berpotensi memberantakkan proses konsolidasi demokrasi itu sendiri.

Parpol dan politisi mereka di DPR perlu memperhatikan dengan seksama dinamika ini dan bertindak dengan cepat dan tepat. Karena jika demo-demo ini berlarut dan menghambat konsolidasi demokrasi maka keduanya pun harus ikut bertanggungjawab kepada rakyat. Karena mereka juga yang memulai dengan ide pengusulan RUU HIP dan proses pembuatannya yang kontroversial tersebut.

Muhammad AS Hikam

Simak tayangan video ini: