Home INdonesiana Duo Srikandi Nahdliyin Khofifah Atau Yenny, Siapa Yang Paling Pas?
INdonesiana - October 5, 2022

Duo Srikandi Nahdliyin Khofifah Atau Yenny, Siapa Yang Paling Pas?

Zanuba Ariffah Chafsoh atau Yenny Wahid Putri ke-2 KH Abdurrahman Wahid (Gusr Dur) dipilih Partai So lidaritas Indonesia (PSI) sebagai Cawapres dari Gu bernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sosok Yenny, dianggap memiliki jiwa kebangsaan sebagaimana pemikiran ayahandanya.

“Iya, terimakasih kepada PSI dan seluruh rakyat Indonesia yang telah memilih Ibu Yenny Wahid sebagai Cawapres,” ujar Sekretaris Jenderal Barisan Ka der (Barikade) Gus Dur, Pasang Haro kepada Rakyat Merdeka, kemarin. Orang dekat Yenny Wahid ini menilai, masuknya putri Gus Dur ke bursa Pilpres 2024 merupakan harapan masyarakat atas penerapan ide dan gagasan Gus Dur untuk Pemerintahan mendatang.

Misalnya, tentang kerukunan antar umat beragama. Mantan Komisaris Maskapai Penerbangan Nasional, Garuda Indonesia itu juga memiliki akar rumput para pengagum Gus Dur karena statusnya yang juga anak biologis sekaligus anak ideologisnya. Hal ini menjadi penilaian partai politik dan masyarakat sehingga menyimpulkan ingin dipimpin seorang Yenny Wahid.

“Kita tetap istiqomah dan mengakomodir kemauan rakyat sepanjang itu untuk kemajuan dan persatuan bangsa Indonesia,” ungkapnya. Direktorat Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional JokowiMaruf ini mengungkapkan, kelebihan Yenny Wahid itu adalah dikenal baik di dunia internasional. Perannya, sebagai pemimpin Wahid Institute misalnya, menjadi nara sumber di negara negara yang tengah berkonflik.

“Ibu Yenny Wahid seorang tokoh nasional dan banyak berkiprah di dunia internasional untuk menggaungkan perdamaian di banyak negara. Jadi figur Mba Yenny tidak diragukan lagi baik secara kualitas, pengalaman dari nol berkiprah di dunia politik kebangsaan dan kemanusiaan,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menyambut baik jika dukungan terhadap Yenny Wahid bermunculan. Termasuk, dari PSI yang mencoba menduetkannya dengan Ganjar Pranowo di Pilpres 2024. Menurutnya, istri dari Dhohir Farisi itu layak diproyeksikan sebagai pemimpin nasional. Bukan hanya karena sebagai putri Gus Dur, sosoknya di kenal sebagai aktivis demokrasi.

“Intinya, ini mendambah kekayaan wacana Capres 2024. Apalagi, saat ini bisa di sebut tidak banyak capres perempuan di Indonesia,” ujar Adi kepada Rakyat Merdeka, kemarin. Dosen Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta ini merincikan tokoh perempuan di bursa Pilpres 2024 masih minim.

Selain Ketua DPP PDIP Puan Maharani, ada Menteri Sosial Tri Rismaharini; Gubernur Jawa Timur, KhofifahIndar Parawansa hingga Menteri Keuangan, Sri Mulyani. “Capres perempuan itu stoknya langka, saya selalu menyambut dengan baik kalau ada yang mau muncul. Yenny Wahid layak dinominasikan,” ungkapnya.

Yenny, dimunculkan sebagai cawapres oleh PSI yang nota bene parpol nonparlemen. Sementara Khofifah, namanya disebut Partai Keadilan Se jahtera (PKS) sebagai pilihan alternatif untuk diduetkan dengan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Bahkan. Khofifah juga disebut-sebut pantas menjadi cawapresnya Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Sebelumnya, PSI resmi mendukung Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) dalam Pemilu 2024. Tak sendirian, Ganjar disandingkan dengan putri Gus Dur, Yenny Wahid. Wakil Ketua Dewan Pembina PSI Grace Natalie, menilai Ganjar-Yenny sebagai kombinasi terbaik untuk melanjutkan estafet kepemimpinan Presiden Joko Widodo setelah 2024. Dia berharap rakyat merestui keputusan PSI dengan mengusung dua sosok tersebut. (berbagai sumber)